![]()

Naibul fa'il ialah isim marfu' yang tidak disebutkan fa'il-nya. Apabila
fi'il-nya fi'il madhi, maka dhammah-kanlah huruf awalnya dan huruf sebelum
akhirnya di-kasrah-kan; dan apabila fi'il-nya fi'il mudhari' maka dhammah-kanlah
huruf awalnya dan huruf sebelum akhirnya di-fathah-kan.
Maksudnya: Maf'ul yang tidak disebutkan fa'il-nya
dinamakan mabni majhul atau naibul fa'il, yaitu isim
yang asalnya menjadi maf'ul lalu fa'il-nya dibuang dan
maf'ul-nya menggantikan kedudukan fa'il, i'rab-nya di-rafa'-kan
dan diletakkan sesudah fi'il, seperti :
![]()
asalnya![]()
. Lafazh![]()
dibuang, lalu lafazh![]()
menempati tempat fa'il (lafazh![]()
) sebagai pengganti lafazh![]()
yang dibuang dan lafazh![]()
diubah harakatnya menjadi![]()
![]()
asalnya![]()
;![]()
asalnya![]()
;![]()
asalnya![]()
;![]()
asalnya![]()
Kata nazhim:
![]()
Tempatkanlah kedudukan fa'il yang dibuang maf'ul-nya pada setiap yang
dimiliki oleh fa'il.
![]()
Huruf pertama fi'il yang fa'il-nya tidak disebutkan harus di-dhammah-kan,
sedangkan huruf yang sebelum huruf terakhir harus di-kasrah-kan.

Pembagian Maf'ul yang Fa'il-nya Tidak Disebutkan

Maf'ul yang fa'il-nya tidak disebutkan terbagi atas dua bagian, yaitu
bagian yang zhahir dan bagian yang mudhmar (dhamir). Bagian yang zhahir
itu seperti perkataan![]()
(Zaid telah dipukul),![]()
(Zaid akan dipukul),![]()
('Amr telah dimuliakan),![]()
('Amr akan dimuliakan).
Adapun meng-i'rab-nya adalah:![]()
fi'il madhi mabni lil majhul atau mabni maf'ul,![]()
naibul fa'il.
![]()
fi'il mudhari' mabni lil majhul, dan![]()
naibul fa'il.
![]()
Sedangkan isim mudhmar adalah, seperti perkataan (berikut):
= aku telah dipukul;
= kami atau kita telah dipukul;
= kamu (laki-laki) telah dipukul;
= kamu (perempuan) telah dipukul;
= kamu berdua telah dipukul;
= kalian (laki-Iaki) telah dipukul;
= kalian (perempuan) telah dipukul;
= dia (laki-laki) telah dipukul;
= ia (perempuan) telah dipukul;
= mereka berdua telah dipukul;
= mereka (laki-laki) telah dipukul;
= mereka (perempuan) telah dipukul.
Adapun meng-i'rab-nya adalah:![]()
(aku telah dipukul). Lafazh![]()
fi'il madhi mabni lil maf'ul,![]()
dhamir mutakallim menjadi naibul fa'il yang di-rafa'-kan,
tanda rafa'-nya dengan mabni dhammah.
Kata nazhim:
![]()
Naibul fa'il itu adakalanya mudhmar (disembunyikan) dan
adakalanya muzhhar (ditampakkan). Yang kedua (muzhhar)
seperti:![]()
(Pembawa kabar gembira itu dimuliakan).
![]()
Adapun yang dhamir, maka hal itu seperti perkataan:![]()
(aku telah dipanggil);![]()
(dia dipanggil);![]()
(dia tidak dipanggil kecuali aku).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar